Nokia Pasang Jaringan 4G di Bulan, Namun Gagal Beroperasi Sesuai Rencana

Nokia mengirim jaringan 4G ke bulan dalam misi IM-2, tapi gagal digunakan karena masalah daya pada wahana pendarat Athena.

(Credit Gambar: Nokia)

Nokia berambisi menjadi perusahaan pertama yang menghadirkan jaringan 4G di Bulan melalui Sistem Komunikasi Permukaan Bulan mereka. Teknologi ini dirancang untuk mendukung eksplorasi luar angkasa di masa depan, termasuk misi berawak NASA, Artemis III. Namun, misi tersebut mengalami kendala yang menyebabkan jaringan 4G tersebut tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Jika sesuai rencana, pada 6 Maret 2025, jaringan 4G LTE milik Nokia akan diaktifkan di area kecil di permukaan Bulan. Jaringan ini seharusnya mendukung komunikasi beberapa kendaraan penjelajah dalam misi IM-2, yang bertujuan untuk membuka jalan bagi pendaratan manusia pada misi Artemis III NASA tahun 2027. Nokia, bersama Axiom Space, bahkan telah merencanakan integrasi teknologi komunikasi ini ke dalam pakaian antariksa astronot di masa depan.

Namun, tantangan besar muncul ketika wahana pendarat Athena dari Intuitive Machines mengalami masalah saat mendarat. Wahana ini tidak mendarat dalam posisi yang benar dan akhirnya berhenti beroperasi setelah kehabisan daya. Akibatnya, seluruh rencana komunikasi 4G yang bergantung pada Athena terhenti sebelum benar-benar berfungsi.

Baca juga:

Gangguan dalam Misi

Athena, yang seharusnya menjadi pusat komunikasi untuk jaringan 4G ini, mendarat miring sekitar 250 meter dari lokasi yang direncanakan di kutub selatan Bulan. Posisi yang tidak ideal ini menyebabkan panel surya tidak mendapatkan cukup sinar matahari, sehingga baterainya tidak dapat diisi ulang.

Nokia telah memasang Network in a Box (NIB) dalam wahana tersebut, yang terdiri dari radio, stasiun pangkalan, sistem perutean, dan inti jaringan dalam satu perangkat kompak. Perangkat ini sempat berhasil diaktifkan dan mengirimkan sinyal ke Bumi selama 25 menit sebelum akhirnya kehabisan daya.

Sayangnya, kendaraan penjelajah yang seharusnya terhubung ke jaringan 4G ini tidak pernah dikerahkan karena kegagalan wahana pendarat. Jika berhasil, kendaraan penjelajah tersebut akan mengaktifkan antena mereka, terhubung ke jaringan 4G, dan mengirimkan data ke Bumi melalui uplink satelit.

Baca juga:

Dampak dan Rencana Masa Depan

Walaupun misi ini gagal sepenuhnya, Nokia tetap mengklaim bahwa mereka telah mengirimkan jaringan seluler pertama ke Bulan dan menguji beberapa aspek penting dari teknologinya.

Jaringan 4G yang dirancang untuk Bulan telah dimodifikasi agar sesuai dengan lingkungan luar angkasa, seperti penggunaan material lebih ringan, sistem manajemen termal khusus, dan redundansi untuk mengatasi kegagalan perangkat keras. Namun, tantangan besar seperti suhu ekstrem di Bulan dan keterbatasan daya masih menjadi hambatan utama.

Meskipun misi IM-2 berakhir lebih cepat dari rencana, Nokia masih berencana untuk melanjutkan pengembangan sistem komunikasi untuk eksplorasi luar angkasa. Untuk misi Artemis III, teknologi ini akan disesuaikan agar lebih tahan terhadap suhu ekstrem Bulan, yang dapat mencapai 250°F (121°C) di siang hari dan -208°F (-133°C) di malam hari.

Di masa depan, tujuan utama adalah membangun jaringan komunikasi permanen di Bulan, sehingga misi eksplorasi luar angkasa tidak lagi perlu membawa perangkat jaringan sendiri. Sebagai langkah awal, teknologi ini akan diintegrasikan ke dalam pakaian antariksa Axiom, memungkinkan astronot berkomunikasi secara langsung tanpa menggunakan perangkat tambahan.

Baca juga:

Mengapa Tidak Menggunakan 5G?

Banyak yang bertanya mengapa jaringan 4G yang dipilih, bukan 5G. Menurut Nokia, pengembangan teknologi luar angkasa memerlukan waktu yang lama, sehingga mereka memilih teknologi yang telah teruji secara luas. Saat proyek ini dimulai, 5G masih dalam tahap awal adopsi, dan fitur tambahannya belum dianggap esensial untuk uji coba ini.

Namun, Nokia tidak menutup kemungkinan bahwa jaringan 5G akan digunakan dalam misi luar angkasa di masa depan. Dengan semakin banyaknya proyek eksplorasi di Bulan, komunikasi yang lebih cepat dan efisien akan menjadi kebutuhan utama.

Walaupun uji coba ini hanya berhasil sebagian, Nokia telah menunjukkan bahwa komunikasi seluler di Bulan bukan lagi sekadar teori, tetapi sudah mulai diuji untuk masa depan eksplorasi luar angkasa.